Melindungi orang tua dari penipuan online

Untuk melindungi orang tua dari penipuan online, obrolkan trik umum dengan santai, atur HP mereka bersama, sepakati aturan 'telepon dulu' untuk setiap permintaan uang, dan buat mereka nyaman bertanya tanpa malu. Hargai kemandirian mereka sambil membagikan cara cek yang sederhana.

Terakhir diperbarui: Oleh Tim Ssstikio2 menit baca

Kenapa orang tua sering jadi sasaran

Banyak orang tua baru aktif di media sosial untuk mengikuti kabar keluarga, dan mereka cenderung sopan, mudah percaya, dan belum terbiasa dengan wajah penipuan online. Sebagian punya tabungan atau uang pensiun yang diincar penipu. Rasa kesepian juga membuat orang asing yang ramah terasa menyenangkan.

Ini tidak berarti orang tua mudah dibodohi. Penipuan dirancang oleh orang yang terlatih, dan siapa pun bisa terjebak di hari yang sibuk atau penuh tekanan.

Penipuan yang paling mungkin mereka temui

Giveaway dan pesan hadiah palsu, akun peniru selebriti atau bahkan cucu sendiri, penipuan asmara, investasi yang menjanjikan untung besar dan aman, serta pesan 'customer service' palsu soal masalah akun. Produk kesehatan ajaib dan toko online palsu juga sering muncul.

Modus klasik lainnya adalah keadaan darurat keluarga: pesan WhatsApp dari 'anak' atau 'cucu' dengan nomor baru yang butuh uang saat itu juga.

Atur HP bersama-sama

Duduk bersama lalu aktifkan verifikasi dua langkah, cek pengaturan privasi, dan atur agar hanya orang yang dikenal yang bisa mengirim pesan, kalau mereka setuju. Pastikan HP dan aplikasinya sudah diperbarui. Simpan nomormu dan beberapa kontak terpercaya dengan nama yang jelas.

Tunjukkan cara melaporkan dan memblokir akun, supaya mereka merasa punya kendali, bukan bergantung padamu.

Sepakati beberapa aturan keluarga

Aturan 'telepon dulu' sangat efektif: sebelum mengirim uang atau kode OTP ke siapa pun, termasuk keluarga, telepon orang itu di nomor yang sudah tersimpan. Sepakati bahwa tidak ada anggota keluarga yang akan minta kode OTP lewat chat. Ada keluarga yang bahkan memakai kata sandi rahasia untuk keadaan darurat.

Buat aturannya singkat supaya mudah diingat. Menulisnya di kertas kecil dekat HP juga bisa membantu.

Bicara tanpa menggurui

Ceritakan contoh nyata yang pernah kamu lihat, bukan ceramah. Tegaskan bahwa bertanya 'ini asli nggak, ya?' selalu boleh dan bahwa jadi sasaran penipuan bukan salah mereka. Kalau mereka terlanjur tertipu, dukung dulu, baru bantu menghubungi bank dan melapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Orang tuaku sudah telanjur transfer ke penipu. Lalu bagaimana?

Segera hubungi bank atau penyedia pembayaran mereka, simpan semua chat, dan laporkan akunnya di platform. Yakinkan bahwa itu bukan salah mereka, karena rasa malu bisa membuat orang enggan berbagi detail yang dibutuhkan untuk penanganan.

Perlukah aku yang mengelola akun orang tuaku?

Hanya kalau mereka setuju. Membantu mengatur fitur keamanan dan siap ditanya biasanya lebih baik daripada mengambil alih, dan membuat mereka tetap percaya diri.