Kenapa offline tetap penting
Hard disk yang dicabut dan disimpan di laci tidak bisa terhapus oleh salah sinkron, akun yang dibobol, atau virus di laptop. Salinan seperti inilah yang dibutuhkan arsip.
Setelah dibeli, tidak ada biaya bulanan sama sekali, jadi cocok dipasangkan dengan akun cloud.
Siapkan sekali di awal
Beri nama jelas, misalnya ARSIP-VIDEO-A, lalu buat satu folder per tahun dengan folder bulan di dalamnya. Taruh file teks kecil di atas yang menjelaskan isi hard disk dan kapan terakhir diperbarui.
Salin video final, caption, dan log kontenmu ke folder yang sesuai. Gunakan salin, bukan pindah, supaya file asli tetap di laptop sampai kamu yakin salinannya bisa dibuka.
Simpan dengan aman
Lepas hard disk dengan benar lewat menu eject, cabut, dan jauhkan dari panas, lembap, dan sinar matahari langsung. Udara Indonesia yang lembap membuat tas atau kotak tertutup berisi silica gel sangat membantu.
Kalau bisa, simpan hard disk kedua di rumah orang tua atau saudara dan tukar sebulan atau dua bulan sekali. Jadi selalu ada satu salinan di luar rumah.
Cek kesehatan tiap tahun
Tentukan satu tanggal tiap tahun, misalnya hari ulang tahunmu. Colok hard disk, buka sepuluh video acak dari tahun berbeda, dan pastikan semuanya bisa diputar sampai selesai.
Cek seberapa penuh dan seberapa tua hard disk itu. Hard disk tidak awet selamanya, jadi kalau sudah beberapa tahun, mulai lambat, atau berbunyi aneh, salin semuanya ke hard disk baru dan simpan yang lama sebagai cadangan sampai yang baru sudah dicek.
Pertanyaan yang sering diajukan
Lebih baik HDD atau SSD?
Keduanya bisa. SSD lebih cepat dan lebih tahan benturan, sedangkan HDD biasanya memberi kapasitas lebih besar untuk harga yang sama, jadi sesuaikan dengan budget dan seberapa sering kamu membawanya.
Bolehkah hard disk dicolok terus?
Boleh, tapi hard disk jadi seperti bagian dari laptop dan bisa terkena kesalahan atau malware yang sama. Untuk salinan arsip, mencabutnya di antara pembaruan lebih aman.