Doomscrolling: kenapa jempol susah berhenti

Doomscrolling terjadi karena feed tanpa ujung, hadiah yang tidak bisa ditebak, dan otak yang sedang stres membentuk lingkaran yang susah diputus. Kamu bisa keluar dengan mengenali pemicunya, membuat titik berhenti sendiri, merapikan isi feed, dan mengarahkan perhatian ke hal yang lebih menenangkan.

Terakhir diperbarui: Oleh Tim Ssstikio2 menit baca

Apa itu doomscrolling

Doomscrolling adalah terus scroll jauh setelah tidak menikmatinya lagi, sering kali lewat konten yang bikin cemas, sementara perasaan makin buruk tiap swipe. Banyak orang baru sadar satu jam sudah lewat tanpa benar-benar memilih menghabiskannya begitu.

Bukan cuma berita. Di video pendek, bentuknya bisa drama, keributan, video kesehatan yang menakutkan, atau kehidupan orang lain yang bikin kamu merasa tertinggal.

Kenapa lingkarannya lengket

Feed tidak punya dasar, jadi tidak ada tempat alami untuk berhenti. Ada video yang bagus, banyak juga yang biasa saja, dan ketidakpastian itu bikin kita terus mencari yang bagus berikutnya.

Stres juga berperan. Saat cemas, mencari informasi terasa seperti punya kendali, padahal informasinya justru menambah cemas.

Kenali pemicu pribadimu

Lingkaran biasanya mulai di momen yang bisa ditebak: baru bangun, bosan di kantor, setelah obrolan berat, atau rebahan di kasur. Selama beberapa hari, cukup perhatikan kapan kamu membuka aplikasi dan apa yang kamu rasakan saat itu.

Belum perlu memperbaiki apa-apa. Tahu bahwa kamu meraih HP saat merasa sepi jam 11 malam, misalnya, sudah menunjukkan di mana rencana baru dibutuhkan.

Bikin pintu keluar di dalam feed

Ciptakan titik berhenti yang tidak disediakan aplikasi. Nyalakan pengingat istirahat di pengaturan waktu layar TikTok, pasang timer di HP sebelum membuka aplikasi, atau putuskan berhenti setelah sejumlah video.

Rapikan feed secara aktif. Tekan lama video yang bikin capek dan pilih "Tidak tertarik", saring kata kunci yang ingin kamu hindari kalau fiturnya tersedia, dan ikuti akun yang bikin kamu ketawa atau belajar hal baru.

Kalau sudah lebih dari kebiasaan

Kalau scroll jadi cara kamu menghadapi cemas terus-menerus, sedih berkepanjangan, atau susah tidur, HP mungkin cuma gejala, bukan penyebab. Itu butuh perhatian lebih, bukan sekadar timer.

Ngobrol dengan dokter, psikolog di puskesmas, atau orang yang kamu percaya bisa membantu. Kalau kamu merasa tidak aman atau kewalahan, segera hubungi layanan darurat atau layanan krisis di wilayahmu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah doomscrolling buruk untuk kesehatan mental?

Banyak orang merasa lebih cemas, capek, atau murung setelahnya, terutama di malam hari. Kalau itu yang kamu alami, itu sudah alasan cukup untuk mengubah polanya.

Bisakah tetap main TikTok tanpa doomscrolling?

Bisa. Kebanyakan orang tetap memakai aplikasinya tapi mengubah caranya: sesi lebih pendek, titik berhenti yang jelas, dan feed yang diarahkan ke konten yang bikin perasaan lebih baik.