Mau posting anak di medsos? Pikirkan ini dulu

Sebelum memposting anak di media sosial, tanyakan apakah unggahan itu menunjukkan rumah atau sekolahnya, apakah ia akan nyaman melihatnya saat usia 16, dan siapa saja yang bisa melihatnya. Berbagi secara privat, menyamarkan detail identitas, dan meminta izin anak yang lebih besar itu lebih aman.

Terakhir diperbarui: Oleh Tim Ssstikio2 menit baca

Apa itu sharenting

Sharenting adalah kebiasaan orang tua membagikan foto, video, dan cerita tentang anak di internet. Biasanya berangkat dari rasa sayang dan bangga, dan banyak keluarga memakainya agar tetap dekat dengan saudara di kota lain.

Tantangannya, anak kecil belum bisa benar-benar memberi izin, dan apa yang sudah online bisa disalin, disimpan, lalu muncul lagi bertahun-tahun kemudian.

Pertanyaan sebelum mengunggah

Apakah anakku akan senang melihat ini saat remaja atau dewasa? Video mandi, tantrum, kondisi kesehatan, dan momen memalukan mungkin terasa lucu sekarang, tapi bisa terasa sangat berbeda baginya nanti.

Siapa yang akan melihatnya? Video untuk keluarga dekat di grup WhatsApp sangat berbeda dengan video publik yang bisa direkomendasikan ke jutaan orang asing.

Sembunyikan detail yang menunjukkan identitas

Seragam sekolah dengan logo, papan nama, nomor rumah, nama jalan, dan pelat nomor kendaraan bisa menunjukkan di mana anak menghabiskan harinya. Begitu juga menandai lokasi atau posting langsung dari taman yang rutin kalian datangi tiap minggu.

Coba rekam dari sudut yang tidak memperlihatkan detail itu, posting setelah meninggalkan lokasi, dan hindari membagikan nama lengkap sekaligus tanggal lahir anak.

Pilih penonton yang lebih kecil

Akun privat, daftar teman dekat, atau grup keluarga sering sudah memenuhi tujuan utamanya, yaitu berbagi dengan orang-orang yang menyayangi anakmu. Cek pengaturan privasi dan daftar pengikut sebelum mengunggah konten keluarga.

Kalau tetap posting secara publik, matikan fitur yang memungkinkan orang asing memakai ulang videomu, seperti unduh, duet, atau stitch.

Beri anak suara seiring ia tumbuh

Saat anak makin besar, minta izin sebelum memposting tentang dirinya dan hormati kalau ia menolak. Ini mengajarkan bahwa persetujuan itu penting di internet, dan bahwa ia punya hak atas citranya sendiri.

Kalau kamu menemukan foto anak disalahgunakan, segera laporkan ke platform, dan minta bantuan pihak berwenang kalau menyangkut eksploitasi atau ancaman.

Pertanyaan yang sering diajukan

Amankah memperlihatkan wajah anak di internet?

Tidak ada jawaban tunggal, tapi risikonya makin besar seiring luasnya penonton dan banyaknya detail identitas. Banyak orang tua hanya membagikan wajah anak secara privat atau di grup keluarga.

Bisakah foto anak dihapus nanti?

Kamu bisa menghapus unggahanmu sendiri, tapi salinan, tangkapan layar, atau unggahan ulang orang lain mungkin tetap ada. Karena itu lebih baik berpikir sebelum posting, bukan sesudahnya.