Deepfake dibedah: cara mengenali video buatan AI

Deepfake adalah video atau audio yang dibuat atau diubah dengan AI sehingga seseorang tampak mengucapkan atau melakukan hal yang tidak pernah terjadi. Perhatikan gerak bibir yang janggal, tangan atau tepian aneh, suara tidak wajar, dan konteks yang hilang, lalu cek sumber terpercaya sebelum percaya.

Terakhir diperbarui: Oleh Tim Ssstikio2 menit baca

Apa sebenarnya deepfake itu

Deepfake memakai AI untuk menukar wajah, meniru suara, atau membuat seluruh adegan. Sebagian hanya lelucon atau karya kreatif yang diberi label jelas. Sebagian lain dibuat untuk menipu, misalnya artis yang seolah 'merekomendasikan' investasi, tokoh politik yang seolah mengucapkan hal heboh, atau video palsu orang biasa.

Teknologinya berkembang cepat, jadi tujuannya bukan menjadi pendeteksi sempurna. Tujuannya membangun kebiasaan mengecek sebelum percaya.

Petunjuk visual yang masih membantu

Perhatikan mulut: kata-kata bisa tidak pas dengan gerak bibir. Lihat tepian wajah yang bertemu rambut, telinga, atau kacamata, yang bisa kabur atau berkedip. Tangan, gigi, perhiasan, dan tulisan di latar bisa terlihat melengkung. Cahaya di wajah bisa tidak cocok dengan adegan lain.

Perlambat video atau jeda di beberapa bingkai. Kejanggalan yang tidak terlihat pada kecepatan normal sering tampak jelas kalau diperhatikan.

Dengarkan, jangan hanya melihat

Suara AI bisa terdengar datar, temponya aneh, atau agak seperti robot, dengan napas janggal atau tanpa suara latar sama sekali. Momen emosional bisa terdengar terlalu rata. Suara yang familier tapi terasa ada yang beda layak dicek ulang.

Suara tiruan juga dipakai dalam penipuan di luar media sosial, misalnya telepon yang mengaku anggota keluarga sedang kena musibah. Kalau suara itu minta uang mendesak, tutup teleponnya dan hubungi orangnya lewat nomor yang kamu simpan.

Konteks adalah senjata terbaik

Tanyakan siapa yang pertama mengunggah, kapan, dan kenapa. Apakah ada di akun resmi orang tersebut atau diberitakan media terpercaya? Apakah akun penyebarnya terbiasa membuat konten sensasional? Cari klaimnya, bukan hanya videonya.

Banyak platform memberi label pada sebagian konten buatan AI, dan kreator sering diminta mengungkap editan AI yang realistis. Label memang membantu, tapi tidak adanya label tidak membuktikan video itu asli.

Kalau curiga sebuah video deepfake

Jangan dibagikan, termasuk ke grup WhatsApp keluarga dengan pertanyaan 'ini asli nggak?', karena itu justru menyebarkannya. Laporkan kalau video itu meniru seseorang, mempromosikan penipuan, atau merugikan orang biasa. Kalau kamu yang jadi korban, simpan bukti, laporkan di platform, dan cari dukungan dari orang yang kamu percaya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua video AI itu deepfake?

Tidak, banyak video AI adalah karya kreatif terbuka, filter, atau editan yang diberi label jelas. Yang perlu diwaspadai adalah konten yang dibuat supaya orang percaya hal palsu atau untuk merugikan seseorang.

Apakah aplikasi pendeteksi bisa memastikan?

Alat pendeteksi bisa membantu, tapi tidak ada yang sepenuhnya akurat dan hasilnya bisa keliru. Gabungkan dengan cek konteks dan sumber terpercaya, jangan hanya mengandalkan satu alat.