Kenapa minta izin itu penting
Kreator adalah pemilik videonya, dan repost tanpa izin bisa berujung penghapusan konten, sanksi akun, dan hubungan yang rusak. Meminta izin juga sering membuka peluang kolaborasi.
Izin repost di satu platform tidak otomatis berlaku untuk iklan, platform lain, atau penyuntingan. Jelaskan secara spesifik supaya kedua pihak paham.
Apa saja isi pesanmu
Perkenalkan diri atau merekmu, tautkan video yang dimaksud, dan jelaskan pemakaiannya: misalnya repost di Instagram dengan mencantumkan nama, atau klip di iklan berbayar selama dua bulan.
Sebutkan apakah akan diedit, cara mencantumkan nama, dan apakah ada bayaran. Buat singkat dan sopan.
Template pesan yang bisa kamu sesuaikan
'Halo Kak [nama], aku [namamu] dari [akun atau toko]. Aku suka banget video Kakak [link] tentang [topik]. Boleh kami repost di [platform] dengan mencantumkan @[akun]? Videonya tidak kami edit dan tidak dipakai untuk iklan. Kalau ada pertanyaan, silakan ya. Terima kasih!'
Untuk pemakaian komersial, tambahkan durasi, penempatan dan bayaran dalam rupiah, lalu tawarkan perjanjian tertulis singkat. Kalau nilainya besar, minta ahli hukum meninjau ketentuannya.
Setelah kreator membalas
Simpan percakapannya sebagai tangkapan layar atau di arsipmu, lengkap dengan tanggal dan isi kesepakatan. Ikuti ketentuannya persis dan tag kreator sesuai janji.
Kalau ditolak atau tidak dibalas, jangan diunggah. Ucapkan terima kasih dan lanjutkan, atau buat versi orisinalmu sendiri dari ide tersebut.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah cukup mencantumkan nama tanpa minta izin?
Tidak. Mencantumkan nama itu sopan, tapi bukan izin. Kamu tetap perlu persetujuan kreator untuk memakai ulang videonya.
Bagaimana kalau videonya menampilkan orang lain?
Kreator belum tentu bisa memberi izin atas nama semua orang di video. Terutama untuk pemakaian komersial, pastikan orang yang tampil juga sudah setuju.