Utamakan keselamatan
Kalau merasa terancam, segera hubungi layanan darurat atau polisi setempat. Bukti itu penting, tapi keselamatanmu jauh lebih penting.
Jangan membalas atau berdebat di komentar. Meladeni bisa memperburuk keadaan, dan ucapanmu juga bisa ikut jadi bagian dari catatan.
Ambil screenshot yang jelas
Ambil screenshot yang menampilkan username, isi pesan atau komentar, serta tanggal atau jam jika terlihat. Tangkap seluruh percakapan, bukan cuma kalimat terburuk, supaya konteksnya jelas.
Untuk video atau chat yang bergerak cepat, rekam layar bisa menunjukkan urutan kejadian. Simpan semua file di satu folder bertanggal.
Catat link dan detail
Salin link profil, video, atau komentar lewat tombol bagikan, lalu tempel di catatan. Username bisa diganti, jadi link dan detail akun yang terlihat membantu mengenali akun itu nanti.
Buat catatan sederhana berisi tanggal, jam, kejadian, link, dan nama file screenshot. Untuk penipuan, catat juga nomor rekening, nominal rupiah, bukti transfer, dan chat WhatsApp jika ada.
Laporkan, blokir, dan cari bantuan
Setelah bukti tersimpan, laporkan akun, video, atau pesan itu di aplikasi dan blokir jika perlu. Cek pusat bantuan TikTok untuk opsi pelaporan dan fitur keamanan terbaru.
Bagikan bukti ke orang yang kamu percaya, dan ke polisi atau bank jika menyangkut uang atau ancaman. Untuk langkah hukum, tanyakan ke pengacara atau lembaga bantuan setempat karena aturannya bisa berbeda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Perlukah memblokir dulu sebelum menyimpan bukti?
Simpan bukti dulu. Memblokir atau melapor bisa membuat pesan atau profil tidak terlihat lagi olehmu, sehingga lebih sulit direkam setelahnya.
Apakah screenshot saja cukup sebagai bukti?
Screenshot adalah awal yang baik, apalagi disertai link, tanggal, dan catatan kejadian. Cukup atau tidaknya tergantung hukum setempat, jadi tanyakan ke polisi atau pengacara apa yang mereka butuhkan.