Cara menyimpan bukti pelecehan dan penipuan di TikTok

Simpan bukti pelecehan atau penipuan dengan screenshot yang menampilkan username, pesan, dan tanggal, salin link profil dan videonya, lalu tulis catatan singkat kejadiannya. Lakukan ini sebelum memblokir atau melapor, kemudian laporkan di aplikasi dan hubungi polisi kalau kamu merasa tidak aman.

Terakhir diperbarui: Oleh Tim Ssstikio2 menit baca

Utamakan keselamatan

Kalau merasa terancam, segera hubungi layanan darurat atau polisi setempat. Bukti itu penting, tapi keselamatanmu jauh lebih penting.

Jangan membalas atau berdebat di komentar. Meladeni bisa memperburuk keadaan, dan ucapanmu juga bisa ikut jadi bagian dari catatan.

Ambil screenshot yang jelas

Ambil screenshot yang menampilkan username, isi pesan atau komentar, serta tanggal atau jam jika terlihat. Tangkap seluruh percakapan, bukan cuma kalimat terburuk, supaya konteksnya jelas.

Untuk video atau chat yang bergerak cepat, rekam layar bisa menunjukkan urutan kejadian. Simpan semua file di satu folder bertanggal.

Laporkan, blokir, dan cari bantuan

Setelah bukti tersimpan, laporkan akun, video, atau pesan itu di aplikasi dan blokir jika perlu. Cek pusat bantuan TikTok untuk opsi pelaporan dan fitur keamanan terbaru.

Bagikan bukti ke orang yang kamu percaya, dan ke polisi atau bank jika menyangkut uang atau ancaman. Untuk langkah hukum, tanyakan ke pengacara atau lembaga bantuan setempat karena aturannya bisa berbeda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Perlukah memblokir dulu sebelum menyimpan bukti?

Simpan bukti dulu. Memblokir atau melapor bisa membuat pesan atau profil tidak terlihat lagi olehmu, sehingga lebih sulit direkam setelahnya.

Apakah screenshot saja cukup sebagai bukti?

Screenshot adalah awal yang baik, apalagi disertai link, tanggal, dan catatan kejadian. Cukup atau tidaknya tergantung hukum setempat, jadi tanyakan ke polisi atau pengacara apa yang mereka butuhkan.