Tantangan viral berbahaya: cara membahasnya dengan anak

Saat muncul tantangan viral yang berbahaya, ajak anak bicara dengan tenang, bukan panik: tanyakan apa yang mereka lihat, jelaskan kenapa sebagian tantangan bisa berakibat serius, bantu mereka menghadapi tekanan teman, dan pastikan mereka tahu selalu boleh cerita padamu. Laporkan videonya.

Terakhir diperbarui: Oleh Tim Ssstikio2 menit baca

Kenapa tantangan begitu menarik

Tantangan memberi cara cepat untuk ikut tren, mendapat perhatian, dan merasa jadi bagian kelompok. Kebanyakan tidak berbahaya, seperti joget, resep, atau tren lucu. Sebagian kecil benar-benar berisiko secara fisik, mulai dari aksi nekat sampai menelan atau menghirup sesuatu, dan ada pula hoaks yang dibuat untuk menakuti orang tua.

Anak dan remaja masih belajar menimbang risiko, dan iming-iming views atau pengakuan teman bisa mengalahkan rasa waspada saat itu.

Mulai dengan rasa ingin tahu, bukan panik

Ajukan pertanyaan terbuka seperti 'Akhir-akhir ini ada tantangan yang kelihatan bahaya nggak?' atau 'Teman-temanmu pendapatnya gimana soal tren itu?'. Lebih banyak mendengar daripada bicara. Kalau kamu bereaksi panik atau langsung menghukum, anak bisa berhenti bercerita soal yang mereka lihat.

Hindari menjelaskan tantangan berbahaya tertentu secara detail kepada anak yang lebih kecil, karena itu bisa menyebarkan idenya. Fokus pada pola umum tren yang berisiko.

Bantu mereka berpikir

Beri anak pertanyaan sederhana untuk ditanyakan ke diri sendiri: Bisa melukai aku atau orang lain nggak? Akankah aku melakukannya kalau tidak direkam? Apa hal terburuk yang bisa terjadi? Jelaskan bahwa video hanya menampilkan percobaan yang berhasil, bukan yang berakhir cedera.

Latih cara menolak tanpa malu, misalnya 'Ah, nggak worth it' atau 'Nanti HP-ku disita'. Punya kalimat siap pakai membuat tekanan teman lebih mudah dihadapi.

Pakai fitur keamanan, tapi tetap ngobrol

Fitur keamanan keluarga dan pengaturan konten bisa membatasi sebagian konten dan waktu layar, jadi cek pilihan terbaru di aplikasi dan sesuaikan dengan usia anak. Tidak ada pengaturan yang bisa menyaring semuanya, karena itu hubungan yang saling percaya paling penting.

Tunjukkan cara melaporkan video dan memakai 'Tidak tertarik', dan beri pujian saat anak bercerita tentang hal yang membuatnya khawatir.

Kalau melihat tantangan berbahaya

Jangan dibagikan, termasuk sebagai peringatan di grup orang tua, karena bisa makin menyebar. Laporkan videonya lewat aplikasi, dan kalau ada anak yang mungkin dalam bahaya atau sudah terluka, segera cari pertolongan medis atau hubungi layanan darurat. Beri tahu pihak sekolah kalau tren berisiko mulai menyebar di antara siswa.

Pertanyaan yang sering diajukan

Perlukah memperingatkan anak soal tantangan tertentu yang sedang diberitakan?

Sering kali lebih baik membahas tren berisiko secara umum, karena menyebut tantangan tertentu bisa membuat anak penasaran. Sebagian tantangan yang diberitakan juga ternyata hoaks, jadi cek sumber terpercaya dulu.

Mulai usia berapa obrolan ini sebaiknya dilakukan?

Sejak anak mulai menonton video online, meski masih didampingi. Buat obrolannya sederhana untuk anak kecil dan tambahkan detail seiring mereka tumbuh dan makin mandiri.